Cinta dan sebuah Pilihan,,,

  • avatar Tidak diketahui

    kalau cinta tidak bisa menjamin kepada masa depan yang lebih baik, atau malah menghancurkan masa depan mending buang jauh2 urusan cinta terlebih dahulu. Yang jelas orang tua mungkin punya pandangan lain terhadap pilihan gekvi itu yang harus digali alasannya dari orang tua. Jangan sampai orang tua menjual anak tanpa disadari, padahal maunya untuk kebaikan gekvi sendiri.

  • avatar Tidak diketahui

    bagus tuch saran2nya…
    apalagi klo bisa ajak orangtua bicara dari hati ke hati (share), susahnya…
    mungkin ajak ke tempat yang nyaman, shg bisa diselesaikan…
    pertimbangkan jangka pendek dan panjang… jadi bukan hanya mementingkan pribadi saja..

  • avatar Tidak diketahui

    kadang pandangan orangtua ada benarnya, semua demi kebaikan anak. tapi kalau anak sudah memilih, orangtua harus legawa atas pilihan anaknya. toh yang menjalani pernikahan adalah anak, bukan mereka.

    hanya saja, seperti whayudha bilang, ajak bicara orangtua, yang penting jangan melawan.
    selalu aku ingat, ucapan ibu adalah doa.

    mangkanya jangan sampai orangtua terutama ibu sampai menyumpahi kita, takut kualat…!

  • avatar Tidak diketahui

    cinta….
    akan kuberikan bagi hatimu yang damai
    cintaku…
    sekonyong-konyong koder
    karo kowe cah ayu seng dodol lemper

  • avatar Tidak diketahui

    Cinta yach! cintailah dia dengan apa adanya, jangan berlebih dan jangan dikurangi. Pilihan yach! pilihlah yang banyak baiknya, kalau ada buruknya yach! sabaaar, karena timbulnya buruk karena ada baiknya, yang penting baiknya banyaaaaaaaaaak. “begitu saja kok repok!” kata gusdur

  • avatar Tidak diketahui

    mudah mengatakan, sulit menjalankan…?

  • Topik ‘Cinta dan sebuah Pilihan,,,’ tidak lagi menerima balasan baru.