Hikmah di balik badai suspen WA
-
Yang sudah ya sudah, mari kita bangun pola blogging yang baik.
Jujur saya akui saya merasa risih juga dengan ngeblog model copas. Untuk itu, mulai hari ini saya dan tim akan memperbaiki cara ngeblog untuk simomot.com.
Dengan mengurangi jumlah content writer, saya anggarkan uang untuk berlangganan foto dan berita dari Kantor Berita Antara (per bulan 6,6 juta) dan saya tegaskan kepada penulis untuk menulis dengan kata-kata mereka sendiri, khususnya artikel-artikel tips dan trik, dan menggunakan sumber utama berita dan foto dari Antara untuk berita dan foto.
Bagaimana monetize-nya? Sedang dipikirkan sebaik-baiknya.
Dana dari mana? Sementara tetap melanjutkan pola subsidi silang dari penghasilan penjualan produk melalui blog yang tidak main copas dan saya gunakan untuk jualan: omkicau.com.Hikmah dari badai WA bagi saya, saya akan lebih fokus ke jualan online. Kalau tadinya hanya melalui omkicau.com, maka simomot.com akan saya gunakan juga untuk jualan. Produknya apa? Masih dikaji secara mendalam.
Hikmah WA untuk teman lain apa? Cobalah berpikir untuk mulai berjualan online. Semakin banyak pengguna internet, semakin malas orang bepergian hanya untuk beli ini itu, maka pasar jualan online akan semakin terus berkembang.
WA boleh suspen tetapi semangat ngeblog jangan padam. Banyak jalan menuju Roma.
Terkait kebijakan WA ataupun WP secara keseluruhan, saya sangat respect dan menjunjung tinggi rule yang mereka terapkan.
Semangaaaattt!!!!
Blog yang perlu diperbaiki adalah: (hanya ditampilkan ke pengguna yang sudah login)
-
-
-
-
Om duto,
bagaimana dengan komentar dari narasumber?
itu kan yang meliput bukan dari kantor antara saja, jadi ga bisa nyantumin komentar murni dari narasumber dong , -
@nasrulwathoni:
Para wartawan Antara kan melakukan liputan, baik tulis maupun foto. Mereka juga berlangganan Reuters, AFP, kerja sama berita Oana, Kyodo dsb yang kemudian diterjemahkan dan disebarkan ke pelanggannya. -
-
@om Duto
Jadi maksudnya, walaupun nanti di site lain sama persis tulisan komentar narasumbernya, asal kita berbayar ke antara, pihak WordAds akan memakluminya om
-
jualan online juga enak..
hasilnya sangat mungkin bisa lebih dari periklanan ya om duto -
@nasrulwathoni:
Betul. Tetapi di sini saya tidak bicara soal WordAds tetapi soal etika penulisan secara umum di media. Bahwa cara mendapatkan berita dan mengunggah berita secara berlangganan dari kantor berita adalah sah dan umum berlaku di seluruh dunia.
Soal WA mau kembali atau tidak, itu sudah bukan wewenang dan bukan obsesi saya lagi.
Obsesi saya adalah memikiki media meski online, yang bermanfaat bagi orang lain dan tentu saja bermanfaat secara pribadi bagi saya/tim / keluarga dengan memonetize-nya melalui cara lain.@jualfurniturerotan:
Betul…. -
@om duto
Mantap.. Lanjutkan dan semoga tambah sukses, amiin
Sekarang baru menyadari, ternyata blogging itu mirip seperti publikasi penelitian/skripsi di dunia pendidikan. Tidak boleh plagiat dan harus selalu mencantumkan sitasi/pustakanya
-
-
@setia1heri:
Tetap Om, sudah kebacut cinta sama wp.com hehehe.
Soal WA ya anggap saja seakan-akan sejak dulu memang tidak ada WA hehehe. -
-
Betul banget om duto. Saya juga kayaknya gak pindah. Tapi mau lebih fokus jualan aja. Ntar rencana mau upgrade yang wp for business.
-
Semangat, baru dapat info terbaru dari Om James..jika Wordads saya bisa kembali, asal menghapus seluruh content copy yang ada diBlog saya.
Semangat…!!!
-
@om duto
Baru kepikiran, kebetulan nasrulwathoni.com masih aktiv,
rencana mau digunain sesuai aturan WA,
nah beberapa postingan yang bersifat pribadi tanpa copas akan dipertahankan, sisanya di pindah ke bidhuan.comMungkin hanya dengan sistem hapus manual ya om, ada cara lain kah?
- Topik ‘Hikmah di balik badai suspen WA’ tidak lagi menerima balasan baru.