MEMBANGUN KWALITAS DAN KWANTITAS HASIL PERTANIAN FLORES TIMUR
-
MEMBANGUN KWALITAS DAN KWANTITAS HASIL PERTANIAN FLORES TIMUR
Kwalitas suatu hasil produksi sangat mempengangaruhi nilai jual sesuai kebutuhan pasar. Lalu kita melihat nilai jual hasil pertanian Flotim sebagai penunjang perekonomian primer sangat tidak stabil, katakan saja seperti jambu mente (mede). Pengalaman buruk untuk menghasilkan sesuatu yang tidak berkwalitas seperti pada pengelolaan kopra diera pertengahan tahun 1970-an (pada saat itu awal kemerosotan kwalitas kopra, mulai dari kematangan buah kelapa sampai pada pengelolaan kopra yang asal jadi/tidak sampai kering sekali), sehingga para petani terus dirugikan karena akhirnya harga kopra kian lama semakin menurun. Kini terulang kembali pada hasil pertanian jambu mente (mede). Pengalaman buruk itu tidak pernah membukakan mata para petani untuk berpoduksi secara lebih profesional dan juga tak pernah ada perhatian dinas-dinas terkait dalam memberikan penyuluhan/pembinaan kepada para petani untuk bekerja lebih efektif untuk meraih kwantitas yang berkwalitas hasil usahanya.
Terdesak Karena Kebutuhan.
Memang kita tahu bahwa pengelolaan (bertani) secara tradisional, masih dianut oleh petani Flotim, sangat sulit untuk menghilangkan pola pikir dan pola kerja paradikama lama. Namun tentu saja pemerintah daerah terutama bupati perlu menangkap pola ini untuk membicarakan dengan dinas-dinas terkait, membuat program secara rutin lalu melakukan penyuluhan/pembinaan secara periodik, selanjutnya siap turun kelapangan untuk dapat merubah pola kerja yang tradisional menjadi lebih modern untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan. Uapaya yang dilakukan terus menerus untuk memberi penyadaran kepada para petani ala Bapak Duli Mukin memaparkan pentingnya program KB (keluaga berencana) dijaman itu, maka kita yakin semuanya lambat laun akan berubah atau minimal dapat melelehkan hati paradikma lama yang terkristal bertahun-tahun lamanya. Kita jangan merasa pesimis karena alasan para petani merasa terdesak dengan kebutuhan sehari-hari, sehingga sulit mempertahankan kwalitas maupun kwantitas hasil usanya. Disini harus dibutuhkan niat, kesabaran dan kerja keras karena lebih mudah membakar mental orang Lamaholot dari pada mencairkan nurani yang telah membatu. Pak Simon Hajon,cobalah mengkaji pendapat ini untuk membangun kwalitasdan kwantitas hasil pertanian Flores Timur. (Bernard L. Tokan).
- Topik ‘MEMBANGUN KWALITAS DAN KWANTITAS HASIL PERTANIAN FLORES TIMUR’ tidak lagi menerima balasan baru.