NWPB
-
Nation West Papua Bleed
Blog yang perlu diperbaiki adalah: (hanya ditampilkan ke pengguna yang sudah login)
-
Kali ini Ku Mencoba Meminjam Otak-Mu
Berpuluhan tahun aku tak mengatakan apa-apa atas kebohongan, penghinaan dan penculikan. Kali ini ku menulis menulis yang sederhana bunyinya demikian; “Hati anda ku tak bisa Meminjam-Mu, kali ini ku mencoba meminjam otak-mu, mulai sekarang ku tak memetik hati kau kali ini ku memetik otak kau”.
Kau ini nampaknya seperti bahagia, kau meinginkan untuk menjatukan orang yang tak berdaya. Kau nampaknya lembut, kau Nampaknya baik pikiranmu tetapi kau Nampak-nya penghinaan, kau nampak-nya tidak meinginkan, kau nampaknya memusnakan, kau nampaknya pencuri dan kau datang untuk menjatukan hidup yang sederhan.
Biarkan aku hidup seperti sederhana yang kau menghina padaku aku hidup bukan seperti kau kau adalah terompet mau ingin menjatuhkan orang yang hidupnya sederhana.
Apa yang kau tabung-takankan dalam pikirang anda; tak mungkin akan terjadi bayangkan saja mata air air tak megalir kembali ke mata airnya.
selama puluhan tahun yang berlalu sampai saat ini, engkau lakukan yang tidak maksud akal semuanya. Selama ini ku disayangkan saja. Mulai sekarang sampai akhir ku tak akan biarkan kau begitu saja. Sekarang ku akan menulis apa yang kau menghina padaku dan ku akan membuang ke air sungai biar air sungai akan membawakan ke air asing supaya kelakuan yang engkau lakukan semua jadikan asing.
Sejau ini mana yang kau ingkari dan mana yang kau puja banyak orang yang menertawakan, banyak orang yang memperhating, banyak orang yang mencari kepentingan caranya begitukah kau. Semua yang kau lakukan itu kau pikir baguskah. Kau berpikir bukan kebelakang tetapi kau pikir kedepan; apa yang akan terjadi ketika kau bebaskan begitu saja pastinya tak ada makanan yang alamia, tak ada air yang bersih dan tak ada tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Bisa saja semuanya akan hilang karena apa karena perbuatan oleh manusia itu sendiri.
Mana janjimu dan mana sumpahmu maka engkau mengatakan bahwa ‘aku cinta papua’ aku lahir dan mati di atas tanah perkataan semua hanya rekayasa sajakan. Kau seorang penjual, kau seorang pemusnah dan kau seorang tidak mengiginkan saudaramu sendiri.
Banyak orang yang kau begitu memperdayakan menjatukan; kau pikir aku hidup sampai selamanya. Begitu kau menjatukan banyak orang selagi kau hidup di bumi banyak orang yang tidak butuh kau apa lagi di surgapun.
- Topik ‘NWPB’ tidak lagi menerima balasan baru.