Papua ndugama

  • avatar Tidak diketahui

    OPERASI MILITER DI NDUGA MASIH BERLANGSUNG SAMPAI SAAT INI JUNI 2019

    Ada pertanyaan mendasar.

    Siapa yang memilih Ir. Joko Widodo 100% suara di Kabupaten Nduga sebagai presiden pada 17 April 2019?

    Kita tahu, sebagian besar rakyat Nduga sudah meninggalkan Nduga untuk menyelamatkan diri karena ada operasi militer atas perintah Presiden Ir. Jokowi sejak Desember 2018 sampai sekarang?

    Secara logika sehat dan fakta, dua calon presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Joko Widodo mempunyai jejak rekam yang sangat buruk di Papua pada umumnya dan lebih khusus Nduga.

    Prabowo pernah membantai rakyat Nduga pada 1965 dalam Operasi Militer dalam pembebasan sandra Tim Penelitian Lorentz yang disandra Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibawah pimpinan Daniel Kogeya,Tilas Kogeya.

    Sedangkan Ir. Joko Widodo mengeluarkan perintah Operasi Militer di Kabupaten Nduga pada 4 Desember 2018. Operasi Militer ini sedang berlangsung sampai Juni 2019.

    TNI masih melakukan Operasi Militer di Nduga. Pada 29 Mei 2019 sebanyak 5 helikopter diterbangkan ke gunung Kebo. Satu helikopter mendarat di Mugi dan 4 helikopter berputar-putar di atas udara gunung Kabo.

    Dalam keadaan yang kejam dan brutal seperti ini, rakyat Nduga tidak mungkin memilih 100% sebagai presiden Ir. Joko Widodo.

    Bagaimana rakyat diusir dari kampung mereka dan ditembak mati dari TNI mau percaya dan memilih presiden yang membunuh mereka?

    Kemungkinan besar 100% suara untuk Jokowi itu hanya sandiwara TNI, KPU dan pemerintah Nduga dibawah tekanan dan intimidasi oleh militer Indonesia.

    Kalaupun rakyat di kota kabupaten Nduga memilih itupun dibawah tekanan dan teror aparat keamanan.

    Di kampung-kampung Nduga sudah ditumbuhi rumput. Rumah-rumah tanpa penghuni. Pagar kebun sudah rusak. Kebun-kebun sudah ditumbuhi rumput. TNI sudah berhasil mengusir Penduduk Asli Nduga Papua. Ini kekejaman dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Indonesia sebagai penguasa kolonial yang menduduki West Papua.

    Kita berdoa kepada Tuhan supaya Indonesia segera bubar dan menjadi 5 atau 9 Negara.
    Doa dan harapan penulis, tulisan singkat ini memberikan gambaran singkat keadaan terkini Operasi Militer yang sedang berlangsung di Nduga, Papua.

    Ditulis oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua.

    Ita Wakhu Purom, 2 Juni 2019.

    Blog yang perlu diperbaiki adalah: (hanya ditampilkan ke pengguna yang sudah login)

  • Topik ‘Papua ndugama’ tidak lagi menerima balasan baru.