PERLU GAK ADA NEGARA ISLAM??
-
isu belakangan ini mengangkat topik mengenai NII, kelompok yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia ini ingin membuat sistem pemerintahan yang baru dengan konsep baru, tentunya sesuai dengan keadaan pemerintahan rosul ketika di Madinah, banyak dari warga yang sudah ikut partisipasi dalm pergerakan ini, dikarenakan sudah tidak tahan dengan kondisi bangsa yang semakin labil…hal inilah yang membuat gerakan ini ingin merevolusi atau merekonstruksi negara secara keseluruhan
-
Yang penting makmur seluruh rakyatnya tidak masalah apapun bentuk negaranya, kerajaan juga boleh, federasi juga boleh, negara islam juga tidak masalah. Asalkan jangan perang saudara antara sesama Islam, bangsa dan suku. Apalagi mendirikan negara Islam dengan jalan paksa tanpa bertanya dulu sama rakyatnya setuju apa tidak.
-
perlu gak ya… qt lihat faktor historis… selama ini dari sistem demokratis liberalis, terpimpin, pancasila, dan terakhir demokrasi reformasi belum menunjukkan keberhasilan secara signifikan dalam mensejahterakan rakyat. kondisinya.. adakah jaminan dengan sistem islam terjadi perubahan. perlu diingat negara kita heterogen dan multikulturalisme. apa jadinya dan reaksi dari orang-orang yang mempunyai cara berfikir dan pemahaman yang berbeda, apalagi berbeda agama…
isu2 SARA sangatlah sensitif, ex. RUU pornografi yang jelas2 untuk kepentingan umum dan rakyat, menjadi isu sentimentil dan berdampak disintegrasi… -
yang terpenting dan tergenting saat ini, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. ironi memang setiap tahun jumlah orang miskin di indonesia meningkat, tapi orang kaya juga meningkat. inilah dampak kapitalisme ekonomi…
menurt gw, negara ini tidak memerlukan “baju” dan “simbol”, tapi subtansi untuk mencapai tujuan…
bahkan maaf2 ni…?, NII atau lebih tepatnya NII KW IX jauh sekali dari nilai islam simbol maupun substansi. buat apa berbicara negara islam, klo pribadi sendiri bertolak belakang dengan nilai-nilai islam yang fitrah. -
Berdasar sejarah, bangsa Indonesia hanya bisa diperintah dgn sistem Monarki baik konstitusional maupun total. Majapahit adl salah satu buktinya.
-
*pendapat pribadi*
Boleh ada n memang udah ada, tapi aQ kurang se7 Indonesia jadi negara Islam..
Dilihat dari point-o-view s’orang naq SMP, sbagian besar orgnisasi islam yg ada skarang ini sering membuat kontroversi yang menimbulkan perseteruan, bahkan antar muslim sendiri..Hmm,, tapi kalo memang benar dan ada jaminan-yang-sangat-pasti siy okeh-okeh-ajah.. Asal jangan sampe agama dipolitisir trus akhirnya negara ini stabil labilnya…
-
dahulu rakyat indonesia (sesudah /belum merdeka) dipimpin, baik konstitusional maupun monarki karena pada dasarnya belum memiliki cara fikir dan pemahaman yang baik karena mayoritas rakyat indonesia masih primitif dan tradisional. shg terbentuk totaliter ataupun diktatorisme…
memang dgn kondisi indonesia dan mentalitas bangsa ini, gw sepakat menggunakan pola totaliter / diktatorisme dgn batas2 tertentu. dan juga sistem pemerintahan yang memadai…
ex. singapura, sekitar 30 tahunan lalu. masy. singapura yang jorok dan terbelakang. kemudian dgn pola diktatorisme dgn batas2 tertentu, terbentuk negara singapura saat ini yang cukup disegani… -
-
betul, indonesia pernah dipimpin era diktator dgn akibat hutang yang berlimpah… tapi perlu menilai secara komprehensif juga atuch… kepimpinan tersebut juga bisa membangun sosial dan ekonomi, walaupun rapuh pada saat krisis ekonomi…
yang penting sich… bagaimana saat ini indonesia keluarga dari krisis ekonomi, trus menindak tegas KKN, membentuk mentalitas rakyat indonesia, dan juga membangun untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat..
setuju gak… -
-
Pilih aku utk jadi raja Kerajaan [Simpanse] Indonesia maka sejahteralah kehidupan kalian semua rakyat Indonesia, tinggi martabat kalian di mata dunia, dan berjayalah kembali Nusvantara Javadwipa!!!
-
-
Orang Indonesia otaknya terlalu polos (baca: tidak bergelombang) utk mencerna dan menanggapi sinisme :-(
-
-
Dari sononya gmn? Smua itu akibat dikondisikan/ didoktrin monokulturalis (baca: pembodohan terstruktur) sejak jaman baheula dlm melihat suatu perkara sprti contohnya agama 1 paling benar dibanding yg lain. Kalo mo lepas dari kungkungan kebodohan cobalah metode lateral thingking utk melihat sgl sesuatu dr min 2 sudut pandang bertentangan ato cb jg metode dialektika si Plato. Dijamin anda objektif (baca: pintar) dan peka.
-
-
-
-
masalahnya bukan perkara perlu tidaknya negara islam, tp pantas bin patut tidaknya mengatur negara. ngatur diri sendiri aja dah amburadul kok mikirin yang “ndakiq-ndakiq”. Yo opo kon iku, ndul.
- Topik ‘PERLU GAK ADA NEGARA ISLAM??’ tidak lagi menerima balasan baru.