Puitis Romantis

  • avatar Tidak diketahui

    1. SOULMATE

    Hatinya adalah hatiku
    Untuknya aku bertahan
    Di matanya terlihat jelas
    Sejuta cinta untukku

    Kekebalan hati membuatnya padam
    Tak ada rasa yang terbuang
    Adalah diam dalam rinduku
    Dan bunga dalam tidurku

    Cintaku hanyalah segelas darah
    Takkan tumpah hanya karenanya
    Untuknya dan untukku
    Tak terlupakan
    Sepanjang hidupku

    2. BELALANG TUA

    Belalang tua sudah menemukan cintanya
    Indah menari di tepi sungai yang mengalir
    Manis menjelma dalam pucuk asmara
    Cinta… Cinta… Cinta…

    Sementara aku di sini
    Sendiri meratapi hari
    Menangis karena sepi
    Menunggu seorang bidadari
    Bosan!!!

    Aku ingin pulang saja
    Pulang ke duniaku di sana
    Meninggalkan sang belalang tua
    Meninggalkan cintanya
    Meninggalkan ini semua
    Tanpa hatiku menderita

    Pulanglah cinta…

    3. IN THE WORLD

    Dalam keremangan hidupku
    Ku bertanya pada dunia
    Masih adakah tempat untukku di surga???

    Hanya hati yang tidak bisa berkata
    Meludah saja tak menyelesaikan masalah
    Cuma cinta jawabnya

    Aku ingin hidup 1000 tahun lagi
    Menikmati cinta bersama kekasih
    Membahagiakan alam yang tak berasa

    Dalam hati aku kuatkan
    Segala nafas aku tanamkan
    Untuk-Nya
    Dan untukku
    Dunia…

    4. DALAM PERJALANAN

    Aku di sini karena cinta
    Merajut benang-benang mimpi
    Untuk berdua di negeri asmara
    Meskipun nyatanya harapan belaka

    Dalam kepergianku aku mencari
    Bayangan dia dalam mata seorang hawa
    Dalam penantian panjang
    Dalam angan-angan

    Meski terkadang jenuh menghampiri
    Rasa bosan menusuk hingga palung hati
    Meskipun terasa pahit di hati
    Hanya karena cinta aku bertahan

    Untuknya dan untukku
    Untuk semua mimpi-mimpi

    Dan aku akan kembali pada masa itu
    Di mana akan kutagih janjinya yang dulu
    Janji atas cintaku
    Cinta yang terbuang

    5. TANPA TANDA TANYA

    Hari masih terlalu pagi untuk ditangisi
    Tetapi sendu air mataku tak bisa diajak kompromi
    Aku menangisi hari yang lambat berganti
    Menghujat detik yang tak mau berhenti

    Dendam dalam cinta tak ada rasanya
    Tapi rindu dalam kesedihan tak mau berhenti
    Mengiris-ngiris serabut nadi
    Bagaikan duri menusuk hati

    Akupun tak tahu harus bagaimana
    Mengobati luka tanpa di minta
    Menunggu seorang teman
    Tanpa tanda tanya

    Harus kuakui aku sedang menangis di kala berlari
    Tetesan darah bercampur dengan keringat
    Patah tulangku terbalut oleh kain
    Hanya berpasrah kepada-Nya

    6. DIAM DAN AKU

    Diam takkan mengubah hidupku
    Tapi aku tak bisa meninggalkan diam
    Diam adalah sahabat terbaik bagiku
    Dan hanyalah diam dan aku
    Yang berbicara tentang hidupku

    Aku takkan pernah meninggalkan diam
    Sedetikpun!!!

    Takkan pernah aku mengubah hidupku
    Dan tak seorangpun yang bisa
    Kecuali aku dan diam

    Sampai suatu saat waktu tak tahu lagi harus berlari ke arah mana
    Hanya aku dan diam yang masih setia
    Menunggu waktu untuk berfikir
    Menentukan ke arah mana jalan itu
    Sampai kepada-Nya

    7. KERAGUAN

    Benang hidup telah membawaku ke sini
    Ke alam yang penuh dengan misteri ini
    Tali-tali hidup kerap mengekangku
    Untuk melangkah maju dalam derai

    Aku bersyukur
    Hidupku kini lebih berwarna
    Meskipun tidak dengan cintaku
    Dan dengan harapan aku masih menanti

    Dalam buaian mahkluk-mahkluk surga
    Terus kupanjatkan
    Aku ingin mati dalam sebuah misteri
    Tentunya dalam sebuah rumah impian

    Di mana pada waktu itu
    Aku t’lah bisa membahagiakan mereka
    Mereka yang menanti keberhasilanku
    Meskipun aku ragu akan hal itu

    8. TERKADANG

    Kadang aku merasa
    Bahwa dia tak akan pernah bisa
    Membukakan pintu hatinya untukku

    Tapi terkadang
    Sepertinya dia ingin aku terus menemaninya
    Untuk menumpahkan segala keluh kesahnya

    Kadang-kadang memang aku pikir
    Aku ini terlalu bodoh
    Terlalu mudah untuk dia manfaatkan

    Tetapi dalam alam sadarku
    Aku yakin, kadang-kadangku lah yang membuat
    Aku tegar sebagai pejantan
    Lemah seperti pujangga
    Dan setia layaknya romeo pada julietnya

    Dan satu hal yang harus kau tahu
    Aku bisa saja mati karena julietku
    Itu semua kulakukan karena cinta

    9. BODOH

    Yang pergi biarlah pergi
    Jangan pernah kau tangisi kepergiannya
    Hidup akan terus mengalir
    Menemui jalan yang t’lah ditakdirkan

    Untuk diriku dan untuk-Nya
    Tak kan kubiarkan kebodohanku
    Mengalahkan seluruh imanku
    Meruntuhkan segala takdirku

    Karena kutahu
    Dipenghujung jalanku kelak
    Aku akan menemukan jawaban
    Dari segala pertanyaan

    Death!!!

    10. PERTANYAAN

    “ Ketika kebebasan dipertanyakan,
    masih adakah yang tersisa dari keadilan??? “

    Aku masih saja berteriak lantang
    Tentang perkara yang tak ada habisnya
    Ku suarakan seluruh isi hati
    Hanya untuk suatu pertanyaan bodoh

    Percuma berteriak lantang
    Haruskah ku berdesah lirih?
    Menentang keadilan mereka
    Keadilan yang kuanggap sebagai tai kucing

    Ada kalanya seorang dalam kegundahan
    Tapi aku akan menerobosnya
    Biarlah ini menjadi suatu kepercayaan
    Yang akan kupegang teguh tanpa balutan cinta

    Dan aku akan terus berteriak
    Lantang hingga memecah keheningan
    Sampai air mata tak lagi mengalir
    Dan hingga tetes darah terakhir

    11. INSPIRASIKU

    Seperti burung yang berterbangan ke langit jingga
    Seperti itulah perasaan yang menaungi hatiku kini

    Mimpi yang telah lama terpendam di dasar hati
    T’lah terobati seiring hadirnya diri-Mu

    Aku dan langit memang jauh berbeda
    Tetapi perbedaan itulah yang membuatku kaya
    Kaya akan imajinasi
    Dan inspirasi negeri khayalan

    Senandung lagu cinta terdengar merdu
    Mengiringi langkah gontai sang penari
    Tatapannya begitu tajam
    Hingga mataku tak mampu menatapnya

    Beriring gerimis yang memanggil
    Usai sudah segala penantian
    Tinggallah kini angan yang hilang
    Menepis asa yang kian menjelang

    12. AYU

    Oh, cintaku kembali bersemi
    Menusuk hingga palung hati
    Tetapi kali ini dengannya
    Dia yang baru ku kenal

    Ayu parasnya
    Kecantikannya membuatku silau
    Ayu namanya
    Tatapannya menyiratkan berjuta arti

    Namun susah sungguh
    Dari dulu aku selalu begini
    Begitu sulit untuk kuungkapkan
    Betapa aku sangat, sangat, sangat
    Mengaguminya

    Sepertinya ku t’lah jatuh cinta
    Jatuh cinta pada pandangan pertama

    13. MY DREAM

    Sebuah mimpi telah terukir
    Terbayang indah dalam benakku
    Seakan tak ada yang menepis
    Bahwa mimpiku terlalu sempurrna

    Begitu juga dengan bulan
    Dia tidak merasa mengelilingi bumi
    Tapi sinarnya dapat menerangi seluruh bumi
    Hingga nelangsa manusia dibuatnya

    Ada kalanya seseorang perlu bermimpi
    Tentang apa saja yang ia inginkan
    Atau sekedar menapakkan kaki di bulan
    Dan meretaskan seuntai harapan

    Tetapi kita takkan tahu
    Sampai di mana mimpi kita dibawa
    Hingga anai-anai meliputi bumi kah?
    Atau terdengar lonceng tanda kehancuran?

    Yang pasti tak selamanya
    Mimpi dapat menembus kenyataan

    14. STRESS !!!

    Belum pernah kurasakan ketakutan yang mendalam seperti saat ini
    Ketakutan akan sesuatu atas sgala akibat dari perbuatanku
    Mungkin karena keadaan yang membuat tautku separah ini
    Sehingga cinta dan persahabatan pun tak dapat mewarnai hari lagi

    Tekanan-tekanan dalam hidup t’lah sering mebuat hatiku tegar
    Tetapi tekanan kali ini seolah ingin berkata bahwa aku adalah lemah
    Sgala keberanian pun luntur seiring tangis yang tak tertahankan
    Dan tawa yang semakin pudar dalam lautan waktu yang terus berjalan

    15. TENTANG CINTAKU

    Aku belajar tentang segala hal dari alam
    Pengalaman menempaku hingga setegar batu karang di lautan
    Semua misteri alam slalu kucoba pecahkan
    Bahkan hingga kakiku berada di kepala

    Mengenai hidup
    Hanya satu hal yang tak dapat kumengerti
    Lagi-lagi mengenai cinta
    Cinta… Cinta… Cinta…

    Satu hal yang kutahu tentang cinta
    Ia selalu datang kapan saja
    Tanpa diminta
    Dengan tanda tanya

    Cintaku memang sedang gundah gulana
    Hingga sekarang hanya dua cinta yang masih membekas dalam hatiku
    Satu untuknya
    Dan satu lagi pastinya untuk mereka

    16. TOLONGLAH

    Dia adalah matahari dalam gelap malamku
    Pujaan hati para dewa langit kelam
    Junjungan dan tetesan darah tak’kan pernah mampu untuk menukar indah tatapan tajam matanya
    Tatapan yang penuh dengan jutaan misteri

    Sedangkan aku di sini
    Orang yang slalu memimpikannya setiap malam
    Bagaikan cahaya bulan di siang pekat
    Takkan pernah mampu menyinari alam yang sedang luka
    Yang telah melukai cinta tulus ini

    Setan dari neraka mungkin sedang berbahagia
    Melihat aku yang hanya terpana
    Meratapi kelamnya kisah cintaku
    Bahkan redupnya kisah hidupku

    Kepada siapa aku harus mengadu?
    Kalau tidak kepada-Nya

    17. MONSTER

    Rasa benci t’lah merasuk jiwaku
    Kegalauan hati kian memuncak
    Seakan menyiratkan pertanda
    Bahwa aku adalah monster berkedok manusia

    Titian lirih desah menderu
    Teringat cinta yang telah membisu
    Aku dan dirimu telah melibatkan dia
    Dan aku mencari korban selanjutnya

    Dalam kegamangan sendu air mataku
    Terbesit pertanyaan
    Apakah kau mencintaiku???
    Seperti aku mengorbankan sgalanya untukmu

    Karena ku tahu
    Kau adalah alasan untukku bertahan
    Di sini
    Di tanah pujaan ini

    Bukan untuk mereka
    Ataupun untuk jahanam di sana
    Tetapi untukmu

    Cintaku

    18. HARI KEMATIANKU

    Aku t’lah dikucilkan oleh dunia
    Tetapi bukan karena ulah ku
    Keadaan yang memaksaku begini
    Dan alam tak pernah menertawaiku

    Dunia t’lah berbalik 180°
    Hanya tinggal menghitung jari saja
    Kenyataan akan terjadi
    Di mana sangkakala akan memecah keheningan

    Di saat itu aku t’lah bersiap mati
    Meninggalkan dunia yang kuimpikan
    Dan t’lah kubayangkan saat itu
    Aku melambaikan tangan tanda perpisahan

    Jari jemari tak mampu lagi menulis
    Hanya air mata yang mengalir
    Menangisi kenangan masa lalu
    Mengenai misteri tiada arti

    19. PANGERAN DUNIA MIMPI

    Berkelana adalah tugasku
    Mencari cinta sejati adalah mimpiku
    Meraih sejuta mimpi adalah berat bagiku
    Tapi aku tetaplah pangeran dunia mimpi

    Dengan bekal seadanya
    Aku berkelana berkeliling nirwana
    Mengitari langit yang kian mendung
    Hingga nafas kadang terengah-engah

    Jengah aku melihat bumi
    Isinya tak ubah sampah di lautan
    Tak sedikit pun sesal di hati
    Karena hidup tak perlu ditangisi

    Bagai air yang mengalir
    Itulah pedoman hidupku
    Tak kurasa apa yang kuhadapi
    Hanya berpasrah sampai pada-Nya

    20. ADAM

    Oh.. Setan itu t’lah mengusirku dari surga
    Betapa kini aku sendiri di bumi
    Meratapi kesalahanku di masa itu

    Aku terpana melihat mahkluk asing di bumi
    Begitu anah kurasa
    Dan hampir membuatku gila

    Wahai Tuhan
    Aku butuh seorang pendamping hidup
    Teman di kala susah dan senang
    Tempat kucurahkan rasa dan asa

    Adakah ia akan datang Tuhan?
    Kapankah ia akan datang Tuhan??

    Tolonglah…

    Jika terus sendiri seperti ini
    Mungkin aku akan mati bunuh diri
    Meratapi kebodohanku waktu itu
    Antara aku dan dia

    Dan tentunya ada Engkau di situ

    21. KUAT

    Jika kau kecil dan kuat
    Jadilah seperti batu kerikil
    Yang tetap tegar meski terdampar di lautan

    Jika kau besar dan kuat
    Jadilah seperti baja
    Yang takkan goyang meski diterpa badai

    Aku adalah yang kecil dan lemah
    Tetapi aku akan menjadi racun
    Yang dapat membungkam jutaan mulut manusia

    Bagi kalian yang kecil dan lemah
    Jadilah seperti aku
    Jangan pernah kau berpatah arang
    Karna hidup akan menuntunmu
    Melewati suratan nasib
    Yang memang kadang mengesalkan

    22. LOOSER

    Tak ada sedikitpun keraguan akan cintaku
    Cinta yang begitu tulus kupersembahkan untukmu
    Cinta yang hanya memberi
    Tanpa ku berharap untuk menerima

    Senyuman polos para penghuni surga
    Kadang membuatku merasa tersindir
    Betapa aku kuatkan nafas untuk tetap pada pendirianku
    Yaitu selalu mencintaimu

    Derai berai air mata pun tak kupedulikan
    Hanya karena cintaku
    Apalagi hanya tetesan darah
    Itu hanya kerikil kecil bagiku

    Aku tetaplah aku
    Mungkin sedikit angkuh
    Dan kadang perlu sedikit kelicikan
    Karena angkuh dan kelicikankulah
    Aku slalu kalah dalam cinta

    23. LIFE IS STRUGGLE

    Dalam hidup kau perlu berkata sesuatu
    Berjuang !!!
    Kata itu tak boleh lepas dari nafasmu

    Aku pernah melihat seoran buta
    Terus berjuang dalam dunianya
    Untuk menjadi malaikat di surga

    Bahkan aku pernah menyaksikan
    Seorang rela mati untuk cintanya
    Dan bertahan hidup karena janjinya pada kekasih

    Dalam hidup kau tak perlu berkata
    Aaaakh…

    Kata itu akan membawamu ke dalam neraka
    Menyesatkanmu seperti orang buta
    Dan bahkan membunuh dirimu secara perlahan

    Resapilah…

    24. PERTANDA

    Oh Tuhan, apakah ini?
    Mengapa mimpi itu harus terukir?
    Adakah ia sebuah pertanda?
    Ataukah sebagai peringatan?

    Oh Tuhan, aku mohon
    Tolong berikan aku kekuatan
    Dan tentunya juga pada cintaku di sana
    Yang t’lah memuncak rasa rindunya padaku

    Apakah semua akan terjadi?
    Bagaimana dengan cintaku??

    Oh Tuhan, kembalikanlah imanku
    Namun bila itu terjadi
    Jagalah selalu cintaku di sana
    Jangan biarkan ia menangisi kepergianku

    Bahagiakanlah mereka untukku!!!
    Kabulkanlah permintaanku

    25. PERASAANKU

    Kerinduan yang mendalam pada seseorang
    Sangatlah menyiksa diri
    Dalam diam kau tersiksa
    Dalam tawa akau menangis

    Akupun kini merindukan seseorang
    Yang dalam diamnya aku tertawa
    Dan dalam tawanya kucoba tuk diam

    Ya..
    Dialah cintaku
    Yang kini sedang terbaring lemah
    Bersama pujaan hatinya

    Sementara aku di sini
    Masih menantikannya yang sendiri
    Tanpa perlu membicarakannya
    Ataupun mendendaminya

    Tinggallah hampa dan aku kini
    Mencoba telusuri gelapnya sepi

    26. SUATU PENGHARGAAN

    Ketika penghargaan menghampirimu
    Apalah yang bisa kau rasakan selain bahagia
    Dan perasaan itulah yang menyelimuti hatiku kini

    Penghargaan dari orang yang slalu kutunggu kehadirannya
    Yang dengan denyut jantungnya aku hidup
    Yang dengan canda tawanya aku bahagia
    Hanya karenanya…

    Lama sudah kunanti suara itu
    Lemah desah membara
    Membakar hatiku
    Dan tak tertahankan rasa yang tertumpah

    Kini aku tinggal berharap
    Malaikat kecil datang padaku
    Menjemput pundi-pundi cintaku
    Dan dengan busur panahnya
    Ia membidikkan cintaku
    Tepat di jantung hatinya

    27. DI TEMPAT ITU

    Matahari pagi muncul kembali
    Setelah sekian lama pergi meninggalkan bumi
    Karena terbunuh mendung yang berapi

    Kini ia membawakan terangnya
    Memancarkan kebahagiaan melalui sinarnya
    Hingga terpana aku melihatnya

    Tapi matahari kini tak seindah dulu
    Di tempat itu
    Di mana aku selalu tertawa karenanya
    Kini ia hanya hingap sebentar
    Tetapi pergi lagi bersama lukaku
    Dan menghunuskan sinar tajam

    Aku ingi pergi ke masa itu
    Di tempat itu

    Bersama matahari yang dulu
    Yang slalu membawa ceria di hati

    28. GELAP

    Oh kau cintaku penjaga hatiku
    Tapi aku pecundang
    Karena dia pemenangnya

    Aku tak bisa berkata apa-apa lagi
    Karena kau t’lah memilihnya
    Aku sungguh tak mengerti
    Jalan pikiranmu yang sesungguhnya

    Oh kau cintaku penerang malamku
    Tapi aku t’lah kalah
    Dan bertekuk lutut di hadapannya

    Meskipun sekejap kutatap matamu
    Dan kau pun pergi
    Meninggalkan sejuta pertanyaan
    Yang penuh dengan misteri

    Oh cintaku
    Kini aku hanya bisa terdiam
    Terpuruk bersama sepi
    Dan penuh kegundahan

    29. NYANYIAN ALAM

    Tenang langkah penari mengiringi jari-jemari yang takkan pernah berhenti
    Mengitari semua sisi dalam matahari yang menyinari bumi
    Adakah rembulan akan melukiskan wajahnya dalam pekat malam?
    Berenang dalam kolam surga yang tek berujung kelam

    Nyanyian waktu juga tak mau kalah mendampingi
    Dalam setiap detak, lukisan pagi akan menghantuiku
    Dan semua yang terluka oleh tajamnya duri mawar ini

    Mata tak akan pernah bicara
    Karena dia hanya sebuah saksi bisu mengenai setetes harapan
    Derai kaum neraka

    30. PERUMPAMAAN

    Andai aku dapat memilikinya
    Dunia akan kubagi menjadi dua
    Satu bagian untukku
    Dan satu bagian lagi untuknya

    Aku akan terus memandangnya
    Meskipun dari kejauhan
    Bukan apa-apa, itu hanyalah perumpamaan
    Betapa aku sangat mencintainya

    Dan aku tak mau melukainya
    Bukankah terlalu dekat akan melukai cinta?
    Lebih baik begini
    Yang jauh lebih nelangsa

    Dan bukan apa-apa
    Itu hanyalah perumpamaan

    31. APAKAH INI ?

    Oh Tuhan, ada apa dengannya?
    Mengapa ia siksa aku seperti ini?
    Apa salahku Tuhan?

    Setetes hujan jatuh ke bumi
    Memecah batu menjadi darah
    Gelisah kumemikirkannya
    Aku dan dia kini menjadi dua

    Aku tak tau apa benar ku salah
    Atau dia yang tak bisa mengalah?
    Dan kini aku t’lah menyerah
    Untuk mengerti dirinya lagi

    Aku t’lah merelakan sgala yang t’lah kuberi
    Terbang bersama luka yang menyayat hati
    Bersama angkuh ia menangis
    Menyesali hidup yang terus begini

    Oh Tuhan, apakah ini?

    32. KINI

    Aku t’lah salah melangkah
    Menjauhi ruang yang kuimpikan
    Membuatku masuk dalam gelap
    Gelap yang penuh dengan warna

    Teladanku t’lah menjauh
    Bagaikan gunung es yang mencair
    Mendekati kehancuran yang nyata
    Tepat di depan mataku

    Bagaimana ku harus menjalaninya?
    Sedangkan setengah hatiku t’lah bermimpi
    Tuk bersama mereka di seberang nirwana
    Istana sutra para pujangga

    Adalah aku yang s’lalu pilu
    Meratapi alur nurani yang tak bertepi
    Dan penuh dengan caci maki
    Serta sejuta topan badai yang menanti

    33. LOVE

    Dalam hidup ada hal-hal yang tidak harus diungkapkan dengan kata-kata
    Karena begitu dekap hati memeluknya

    Andaikan bintang ini adalah bintangku
    Maka akan ku dekap erat dia dalam hatiku
    Meski tak terungkap lewat bibirku

    Dalam segala keadaan yang serba menunggu
    Cinta merupakan sesuatu yang sangat membantu
    Meskipun tidak begitu dengan hatiku

    Cukuplah ku menunggu dengan cintaku
    Sebagai pengejawantahan dari hidupku

    Terlalu rindu…
    Aku padamu…
    Hanya kamu…
    In the lost dream…

    Love

    34. ANGIN BULAN JUNI

    Fiuuuuhhh…
    Angin dingin bulan Juni
    Seolah menjadi saksi atas cintaku
    Yang tampak begitu dingin
    Untuk sekedar menanggapimu

    Aku bukan tak mau mendekap tubuhmu
    Melindungimu dari dinginnya hujan
    Seperti yang pernah kulakukan
    Dulu padamu

    Tapi cemburu ini sungguh membakar
    Hati dan jantungku
    Tak ada yang ingin kulakukan
    Selain akan membunuhnya

    Dan seperti biasa
    Aku slalu mengalah
    Hanya untukmu yang mencintainya
    Aku rela mengurungkan niatku
    Untuk memutus urat nadinya

    35. PENGKHIANATAN

    Jerit tangisan malam mempesonaku
    Hingga begitu ringan kakiku melangkah
    Menuju lubang penuh gelap yang tak bertepi
    Hanya berbatas pandang akan tembok keangkuhan

    Hidup seakan ingin menjebakku
    Menenggelamkanku dalam cinta yang sengsara
    Semua bidadari yang kucintai
    Dengan bangga mengoyak-ngoyak hatiku

    Terlalu lama ini terjadi
    Hingga begitu terasa dalam nadi
    Tiap tetes air mataku
    Akan kucurahkan untuk mereka yang melukaiku

    Mungkin suatu saat aku akan memakainya
    Topeng merah jingga yang merona
    Untuk menutupi kemaluanku
    Atas noda di wajahku

    36. LONCENG KEMENANGAN

    Gemercik air hujan mengiringi detik yang melaju
    Tepat di saat lonceng keretaku sedang bernyanyi
    Beberapa waktu lagi aku akan kembali
    Meninggalkan kota kelam hinanya sunyi

    Tujuanku adalah surga
    Istana penuh warna yang slalu mempesona
    Di sanalah tempatku dipuja
    Oleh jutaan bidadari dari nirwana

    Tenang langkahku menaiki kereta
    Menghapus jejak-jejakku yang tak bernyawa
    Kota ini t’lah memberiku sejuta caci
    Dan beberapa emas yang t’lah kucuri

    Dalam setiap kesempatan
    Kucoba melihat ke kanan dan ke kiri
    Tak terlihat apa-apa
    Hanya kegelapan dalam remang-remang

    Karna cintaku t’lah pergi

    37. PLEASE

    Teduh jiwaku menyelimuti hati
    Hati yang menangisi waktu yang berlalu
    Di kala aku di tempat itu

    Tepat pada hari ini aku bersaksi
    Betapa langit merindukan bumi
    Dengan pernyataan tak berarti

    Biarlah aku jalani
    Hari-hariku yang kian sunyi
    Tanpa mereka di sisi

    Tapi di suatu saat yang tak pasti
    Aku berharap pada Ilahi
    Agar tetap melindungiku
    Menuju tempat itu

    Dengan kemenangan hati
    Please…

    38. TIGA

    Sepi menaungi hari-hariku kini
    Tak ada teman sejati menemani
    Hanya puing-puing rindu yang menanti
    Tibanya hari penuh misteri

    Begitu lambat waktu berjalan
    Tengadahkan kepalaku ke langit
    Aku yang tengah berjalan
    Terus menahan rasa sakit

    Aku tak tahu apa yang kuhadapi
    Dan tak tahu harus apa lagi
    Hanya menunggu waktu yang panjang
    Mengitari malam dengan telanjang

    Desas-desus kabar dari angin
    Tak mampu menenangkan hati ini
    Tiga…
    Adalah angka sial bagiku

    Dan aku mungkin mempercayainya
    Lagi…

    39. HUJAN

    Gemercik air hujan yang tak kunjung tiba
    Membuat suara adzan begitu lantang terdengar
    Meski tak menutupi suara detak jam tanganku

    Babak baru penantian panjang hidupku telah dimulai
    Seiring sepi yang menemaniku dalam gelap

    Pagi menjadi siang
    Dan siang menjadi malam
    Tak ada keangkuhan pada diriku kini
    Mungkin karena ku t’lah rasakan
    Kerasnya waktu di hari kemarin
    Membuatku kini lebih bijak

    Menapaki hari meski lambat berganti
    Lagi-lagi aku tetap menunggu hujan
    Karena dialah sumber kebahagiaan
    Teman di kala panas menyelimuti sepi

    40. SEBERKAS CAHAYA

    Seberkas cahaya menerangi hatiku
    Tentang kebahagiaan tanpa batas
    Membuat lelaki sejati kembali berdiri
    Menerobos gelap jalan yang sunyi

    Dari hati untuk bunda
    Dari jiwa untuk ayah
    Aku dan ayu adalah ruhnya
    Dan Dia pemilik kamu semua

    Seolah tersadar dari lamunan panjang
    Kucoba kembali ke jalan terang
    Tak begitu bercahaya
    Karna sedang kupinta

    Biarlah kedewasaan memupus rasa rindu
    Keinginan menghapus keputus asaan
    Dan cahaya yang redup ini
    Kupinta untuk bersinar terang

    Menerangi gelap hatiku

    41. TEMAN

    Tarian tengah malam mengusik tidurku
    Dan aku pun menghampirinya
    Hendak ku hentikan waktu berdetak
    Tapi aku terlambat

    Betapa aku kini di tengah-tengah mereka
    Mengikuti alur nyanyian setan
    Setan gelap malam yang tak berbentuk
    Membuat mataku tak bisa mengantuk

    Tetes embun di pagi hari
    Tak lagi dapat aku nikmati
    Aku yang berjalan
    Dalam kegelapan penuh lubang

    Tolonglah aku Tuhan
    Kembalikan aku pada dunia nyata
    Tempat di mana aku berjalan
    Menjemput harapan ayah bundaku

    Aku tak ingin begini…
    Teman

    42. APALAH AKU

    Aku semakin bingung dengan perasaanku
    Tak karuan hatiku bagai air yang keruh
    Mengingatmu bagai kehilangan ingatan
    Tak kenal aku pada diriku sendiri

    Pengaruhmu begitu besar bagiku
    Bahkan mengalahkan sebatang penaku
    Meruntuhkan puncak segalaku
    Bagai letusan Kelud berapi

    Menghancurkan aku dalam kepingan
    Burung-burung pagi hari
    Yang biasa bersiul membangunkan aku
    Kini tak muncul lagi
    Mungkin karena perasaannya sama denganku

    Tak harus bicara
    Tak harus mengeluh
    Tak harus aku mencinta
    Tak ingin aku terluka

    Apalah aku???
    Cintaku

    43. SURAT CINTAKU

    Sayang
    Maafkan aku tak menepati janjiku

    Cinta
    Maafkan aku atas kebodohanku

    Mungkin ini kali pertama aku ingkar padamu
    Akan sesuatu yang aku janjikan waktu itu
    Bukan maksudku tuk menyakitimu
    Tapi hati ini telah meragu

    Aku sadari sekali lagi
    Betapa galaunya perasaan hatiku
    Bercampur darah yang mendidih
    Saat kau terus-menerus menghancurkan cintaku

    Mungkin karna ku tak tahu
    Seberapa besar rasa cintamu
    Untuk kau berikan padaku
    Meski ku tahu kau juga akan ragu

    Maafkan aku tak datang hari ini…

    44. CINTA YANG LAIN

    Tuk kesekian kalinya
    Aku menyadari betapa besar cintamu padanya
    Aku t’lah membodohi perasaanku
    Mempermainkannya dalam cinta yang ragu

    Tepat di pelupuk mataku
    Ia adalah permaisuri hatiku
    Dengan segala kesalahan yang ia miliki
    Untuk menjatuhkanku berkali-kali

    Ketegangan antara aku dan dia bukanlah jalan
    Tapi ketenangan dalam perasaanku
    Mungkin dapat mengobati secara perlahan
    Hati yang terlanjur mencinta

    Bukan ku tak mau menyakitimu
    Tapi itu juga akan melukaimu
    Biarlah semua rasa mengalir begitu saja
    Dalam lautan waktu yang terus berjalan

    Aku yakin
    Akan kutemukan cinta yang lain

    45. HAPPY B’DAY

    Desemberku t’lah tiba
    Bulan di mana seharusnya aku bersamamu
    Mengucapkan kata
    S’lamat ulang tahun sayangku

    Tapi entah di mana kini kau berada
    Aku yang slalu menunggumu
    Meskipun kehadiranmu slalu semu
    Memudarkan raut wajahmu

    Sulit bagiku kini
    Untuk sekedar membayangkan wajahmu
    Apa lagi bermimpi bersamamu
    Adakah kaupun begitu?

    Aku rasa kau lebih dari itu
    Melupakanku sejauh bayanganku
    Memang pantas kau begitu padaku
    Mengingat aku dulu padamu

    46. CINTA LAMAKU

    Padamu yang dulu pernah mewarnai hidupku
    Aku nyanyikan lagu rinduku untukmu
    Dengan segala senyum di bibirku
    Kucoba mengingat kenangan indah kita dulu

    Wahai cinta lamaku
    Bagaimana kabarmu kini?
    Di mana kau berada?
    Apakah kau masih mengenang kita?

    Aku tak ingin berfikir kau t’lah tak bernyawa
    Atau beranggapan kau t’lah mencinta lagi
    Andaipun salah satu diantaranya benar
    Aku harap kau tetap mengenang kita

    Meski aku hanya masa lalumu
    Aku tetap mau dirimu yang dulu
    Dapat menerimaku di suatu waktu
    Untuk mengukir lembaran baru
    Akankah itu terjadi???

    47. KEINGINANKU

    Ingatanku kembali tertuju padamu
    Pada matamu yang slalu memancarkan sejuta alasan untukku tersenyum
    Mengenangmu yang dulu
    Adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku

    Tapi sekarang betapa hampa hatiku
    Slalu mencoba mencarimu
    Meski bayanganmu pun semakin semu
    Entah di mana dirimu kini

    Tahukah kau ku masih mengharapmu?
    Keberadaanmu di depan mataku
    Adalah sesuatu hal yang rela kutukar
    Dengan kebahagiaan terindah sekalipun
    Dalam hidupku

    Meskipun ku tak tahu apakah perasaanmu sama dengan keinginanku
    Dan aku slalu berharap itu tentunya
    Betapa hancurnya hatiku
    Bila kau mengabaikanku

    Untuk matamu yang slalu kuingat
    Dan kudamba…

    48. ROMANTISME DI ATAS KERTAS

    Debaran jantungku saat dekat denganmu memacu 1000 kali lebih cepat
    Tapi itulah yang slalu kurindu hingga saat ini
    Saat kau jauh dariku

    Memang aku bukanlah lelaki yang mudah menungkapkan perasaanya pada wanita yang ia cintai
    Itu aku maklumi
    Karena ada sesuatu yang slalu memutus pita suaraku saat ku di dekatmu

    Hanya kertas ini yang bisa membantu aku untuk mengungkapkan isi hatiku padamu
    Tapi harapanku
    Suatu saat aku ingin menyatakan rasa cintaku padamu
    Di suatu tempat yang melebihi keindahan surga

    Aku memang tidak romantis
    Tapi setidaknya puisi ini mewakili perasaanku

    49. PENGAKUANKU

    Maafkanku karena terlalu puitis
    Ampuni aku bila terlalu romantis

    Puisi ini adalah pengakuanku
    Puisi ini bercerita tentangmu
    Puisi ini lebih dari ungkapan cintaku padamu

    Tahukah kau apa yang kurasakan saat ku menatap matamu?
    Tahukah kau apa yang kurasakan saat ku berada di dekatmu?

    Kau takkan pernah tahu di saat ku menatap matamu ada rasa cinta yang ingin kuucap slalu
    Kau takkan pernah tahu di saat ku ada di dekatmu kurasakan getaran yang menggebu dalam jantungku

    Kau adalah keindahan nyata bidadari surga
    Bukan berlebih,
    Tapi ini adalah ungkapan dari seorang yang benar-benar mencintaimu dari hati
    Tulus tanpa mengharap apapun

    Aku memang puitis
    Dan aku sangat romantis

    Tapi maafkan aku cinta,
    Aku tak bisa mengungkapkan rasa cintaku saat ku menatap matamu
    Aku juga tak bisa mengungkapkan rasa sayangku saat ku di dekatmu

    Hanya ini yang bisa kuungkapkan
    Sebuah pengakuanku tentangmu
    Pengakuanku kalau aku mencintaimu
    Pengakuan yang hanya bisa kuungkap dalam puisi ini

    Maafkan aku cintaku…

    Blog yang perlu diperbaiki adalah: (hanya ditampilkan ke pengguna yang sudah login)

  • avatar Tidak diketahui
  • avatar Tidak diketahui
  • Topik ‘Puitis Romantis’ tidak lagi menerima balasan baru.