Saat Anda membangun situs di WordPress, ada tiga lapisan yang saling berpadu untuk menampilkan apa yang dilihat pengunjung: tema, templat, dan konten Anda. Panduan ini menjelaskan cara kerja ketiga lapisan tersebut pada tema blok, yang merupakan jenis tema paling umum di WordPress.
Tema menentukan rupa dan nuansa keseluruhan situs Anda. Tema mengatur warna bawaan, font, jarak antar-elemen, serta tata letak yang berlaku di setiap halaman. Saat Anda mengaktifkan tema, berarti Anda sedang memilih titik awal untuk desain situs Anda.

Pelajari cara memilih tema yang sempurna.
Di dalam tema Anda, ada templat yang mengatur tata letak untuk jenis konten tertentu. Situs Anda memiliki beberapa templat tersendiri untuk halaman, pos, beranda, daftar arsip, dan lainnya. Setiap templat menentukan letak kemunculan elemen-elemen seperti header, footer, dan area konten.
Saat Anda menyunting sebuah templat, perubahan akan terlihat di semua bagian yang menggunakan templat tersebut. Sebagai contoh, jika Anda mengubah header pada templat Halaman, setiap halaman di situs Anda yang menggunakan templat tersebut juga ikut berubah.
Anda dapat melihat dan menyunting templat melalui Editor Situs yang sama di menu Tampilan → Editor → Templat.

Pelajari cara mengelola templat situs Anda.
Halaman dan pos Anda adalah tempat Anda menambahkan konten Anda sendiri—mulai dari teks, gambar, hingga blok yang mencerminkan identitas situs Anda. Konten ini muncul di dalam area konten templat. Templat menyediakan struktur luar (header, footer, bilah sisi), sedangkan konten Anda akan mengisi ruang kosong di antaranya.
Lapisan inilah yang akan paling sering Anda sunting. Anda dapat menyunting halaman melalui Halaman dan pos melalui Pos di dasbor Anda.

Pelajari cara mengelola halaman dan pos.
Berikut cara ketiga lapisan ini saling mendukung: tema Anda menentukan keseluruhan desain, templat Anda menetapkan tata letak untuk setiap jenis konten, dan konten Anda ditempatkan di halaman serta pos. Setiap lapisan bersarang dalam lapisan lain di atasnya.
Pilih tema

Sesuaikan templat dan tata letak

Buat konten

Saat pengunjung melihat salah satu halaman atau pos Anda, WordPress menggabungkan ketiga lapisan tersebut: WordPress mengambil gaya tema Anda, menerapkan tata letak templat yang cocok, dan mengisi ruangnya dengan konten yang telah Anda tulis.
Memahami lapisan mana yang perlu disunting adalah kunci utama dalam menggunakan tema blok:
- Untuk mengubah rupa dan nuansa situs Anda secara keseluruhan, pilih tema melalui Tampilan → Tema.
- Untuk mengubah header, footer, atau tata letak halaman, sunting templat pada Tampilan → Editor → Templat.
- Untuk mengubah teks, gambar, atau blok pada halaman tertentu, sunting halaman dari Halaman → pilih halaman.
⚠️
Hati-hati dengan konten dalam templat. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menambahkan konten khusus halaman (seperti teks atau gambar) langsung ke templat. Karena templat digunakan bersama oleh banyak halaman, konten tersebut kemudian muncul di setiap halaman yang menggunakan templat tersebut. Jika hal ini terjadi, lihat Memperbaiki konten yang telanjur ditambahkan ke templat, bukan ke halaman.
Panduan ini membahas setiap bagian sistem secara lebih terperinci:
- Menggunakan editor WordPress: Pelajari cara menggunakan editor untuk desain, halaman, dan pos situs Anda
- Templat: Lihat, sunting, dan buat tata letak yang menyusun halaman Anda
- Mengatur gaya situs Anda: Ubah font, warna, dan spasi di seluruh situs Anda
- Menu: Atur navigasi untuk situs Anda
- Berbagai jenis tema: Bandingkan jenis tema blok, klasik, dan lainnya